Izin usaha Angkutan laut

Syarat Administrasi:
  1. Memiliki paling sedikt 1 (satu) orang tenaga ahli di bidang pelayaran atau perkapalan dengan berijazah ANT III atau ATT III atau D III perkapalan yang dibuktikan dengan salinan ijazah yang dilegalisisr oleh instansi yang berwewenang.
  2. Khusus untuk suaha patungan (joint venture PMDN dan PMA) komposisi saham minimal 51%dikuasai badan usaha nasional
  3. Memiliki rencana usaha dan rencana pengoperasian kapal (Shipping Bussines Plan).
Persyaratan Teknis:
  1. Memiliki kapal bermotor (memiliki mesin penggerak sendiri) berbendera Indonesia yang laik laut dengan ukuran paling kecil GT 175 secara kumulatif; atau
  2. Memiliki kapal tunda berbendera Indonesia yang laik laut paling sedikit 1 (satu) unit dengan ukuran paling kecil GT 175; atau
  3. Memiliki tongkang bermotor (memiliki mesin penggerak sendiri) berbendera Indonesia yang laik laut paling sedikit 1 (satu) unit dengan ukuran paling kecil GT 175 dan dilampiri dengan gambar rencana umum (General Arrangement); atau
  4. Memiliki kapal tunda berbendera Indonesia yang laik laut paling sedikit 1 (satu) unit dengan daya motor penggerak paling kecil 130 tenaga kuda (TK/HP) ditambah paling sedikit 1 (satu) unit tongkang berukuran paling kecil GT 175; atau
  5. Kepemilikan kapal sebagaimana dimaksud butir a, b, c, dan d harus dapat dibuktikan melalui dokumen grosse akta kapal;
  6. Laik laut sebagaimana dimaksud butir 1, 2, 3, dan 4 hatus dapat dibuktikan melalui:
  1. Surat ukur kapal yang masih berlaku;
  2. Surat tanda kebangsaan kapal yang masih berlaku;
  3. Sertifikat garis muat yang masih berlaku;
  4. Sertifikat kese;amatan kapal yang masih berlaku; dan
  5. Crewlist bagi tongkang bermotor
  1. Khusus untuk usaha patungan (joint venture PMDN dan PMA) harus memiliki 1 (satu) unti kapal bermotor berbendera Indonesia dengan ukuran paling kecil GT 5000 dan diawaki oleh awak kapal berkewarganegaraan Indonesia yang dibuktikan dengan dokumen:
  1. Grosse akta kapal;
  2. Surat ukur kapal yang masih berlaku;
  3. Surat tanda kebangsaan kapal yang masih berlaku;
  4. Sertifikat keselamatan kapal yang masih berlaku;
  5. Sertifikat klasifikasi kapal
  1. Pemohon mengambil nomor antrian;
  2. Pemohon menyerahkan kelengkapan berkas kepada petugas loket;
  3. Pemohon menunggu verifikasi berkas oleh petugas;
  4. Pemohon menerima tanda terima berkas dari Petugas Lokat;
  5. Pemohon membayar ke loket;
  6. Pemohon mengambil Izin di loket pengambilan
Paling lama 14 (empat belas) hari kerja
Rp. – (Tidak ada biaya)